Salsabila Boarding School menggelar kegiatan Seminar Parenting bertajuk “Dekat Tanpa Menghakimi: Memahami Psikologi Remaja, Menguatkan Komunikasi, dan Menumbuhkan Akhlak di Era Digital” pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini dimulai pukul 19.15 WIB dan diikuti oleh orang tua/wali murid SMPIT-SMAIT Salsabila Boarding School.
Seminar parenting ini menghadirkan Elya Munsky P., Psikolog sebagai narasumber. Beliau merupakan psikolog dan konsultan pendidikan sekaligus owner Biro Psikologi Optima Cimahi serta bagian dari Fakultas Psikologi UNISBA. Kehadiran narasumber diharapkan dapat memberikan wawasan kepada para orang tua dalam memahami karakteristik dan dinamika psikologis remaja, khususnya di tengah perkembangan era digital.
Mengangkat tema “Dekat Tanpa Menghakimi”, kegiatan ini menjadi ruang bagi orang tua untuk merefleksikan kembali pola komunikasi dengan anak. Memahami dunia remaja tidak hanya membutuhkan perhatian, tetapi juga kemampuan untuk mendengarkan, membangun komunikasi yang terbuka, dan menciptakan hubungan yang membuat anak merasa aman untuk bercerita tanpa takut dihakimi.
Dalam kehidupan anak-anak yang menjalani pendidikan di lingkungan boarding school, sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi bagian penting dalam mendampingi proses tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman orang tua agar mampu memberikan pendampingan yang selaras dengan kebutuhan psikologis, pendidikan, dan pembentukan akhlak anak.
Selain seminar parenting, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemilihan Ketua Komite Tahun Ajaran 2026/2027 serta sosialisasi Tim Anti Bullying (TPPK) Tahun Ajaran 2026/2027. Rangkaian agenda ini menjadi bagian dari upaya Salsabila Boarding School untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan seluruh elemen pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik.
Melalui kegiatan ini, Salsabila Boarding School berharap para orang tua semakin memahami bahwa mendampingi remaja bukan sekadar mengarahkan, tetapi juga hadir sebagai pendengar, pendukung, dan tempat yang nyaman bagi anak untuk bertumbuh. Dengan komunikasi yang lebih dekat dan penuh empati, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara keluarga dan sekolah dalam membentuk generasi yang berakhlak dan siap menghadapi tantangan zaman.
